Studi Farmakovigilance Obat Herbal Di Kelurahan Tangikiki Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo

Authors

  • Teti Sutriyati Tuloli Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • nurain Thomas Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • Dizky Ramadhani Putri Papeo Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • Wiwit Zuriati Uno Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • Putri Fauzia Datunsolang Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.70075/jccp.v3i2.239

Keywords:

Definite, Naranjo, Obat Herbal, Possible, Probable

Abstract

Obat tradisional sering kali dihubungkan dengan kepercayaan, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang sudah turun-temurun dan untuk menyembuhkan penyakit dengan menggunakan ramuan-ramuan dengan bahan dasar dari tumbuh-tumbuhan dan segala sesuatu yang berada di alam. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan tanggikiki kecamatan sipatana kota gorontalo dengan metode naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 37 (38,1%), jenis kelamin mayoritas perempuan 64 (66%), status pendidikan mayoritas SMU/SMK 49 (50,5%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 44 (45,4%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal < 1 tahun 61 (62,9%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 62 (63,9%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 51 (52,6%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 47 (48,5%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 6 subyek dengan kategori probable sebanyak 2 orang, kategori definite sebanyak 3 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Noviarny, D. (2016). Pengenalan Farmakovigilans, Apa Dan Mengapa Diperlukan. Medicinus. 29(1) : 53-6.

Santoro, A. Genov, G. Spooner, A. (2017). Promoting And Protecting Public Health: How The European Union Pharmacovigilance System Works. Cross Mark : 855-9.

Badan Pengawas Obat Dan Makanan. (2020). Modul Farmakovigilans. Japan International Cooperation Agency

Putra, O. N. (2021). Survei Cross Sectional Efek Samping Obat Antiretroviral (ARV) Pada Pasien HIV Rawat Jalan Dengan Algoritma Naranjo. Jurnal Ilmiah Farmasi (Scientific Journal Of Pharmacy). 17(1) : 45.

Sitepu, D. E., Primadiamanti, A., & Safitri, E. I. (2024). Hubungan Usia, Pekerjaan dan Pendidikan Pasien Terhadap Tingkat Pengetahuan DAGUSIBU di Puskesmas Wilayah Lampung Tengah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10(6), 196-204.

Wedu. (2021). Studi Pemahaman Dan Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Mandiri Di WIlayah Mata Redi Sumba Tengah., Skripsi., Universitas Sanata Dharma.

Subagia, Wiratma., Sudita. (2015). Pelatihan Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Pengastulan Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Bali. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Akarsu, B., Ödzemir, D.C., Baser, D.A., Aksoy, H., Fidancı, I., Cankurtaran, M. (2020). While Studies On COVID-19 Vaccine Is Ongoing, The Public's Thoughts And Attitudes To The Future Covid-19 Vaccine. International Journal Of Public Health Volume 75.

Yeni PSI. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Penggunaan Obat Gener Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Panjang. Skripsi. Aceh: Universitas Teuku Umar.

Lestari, Dewi Anggun. (2020). Gambaran Pengetahuan, Kepercayaan Masyarakat Dan Efek Samping Penggunaan Obat Herbal Di Kabupaten Lampung Timur. Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.

Zahrotunnisa. (2021). Gambaran Dan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Alternatif Pengobatan Pada Masyarakat Desa Mangli Kecamatan Randudongkal. Politeknik Haraan Bersama Tegal. Tegal.

Kurniarum, A., Novitasari, R. A. (2016). Penggunaan Tanaman Obat Tradisional Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 1(1).

Rahmat, E., Lee, J., Kang, Y. (2021). Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM.

Zhang, M., R. Zhao, D. Wang. (2021). Ginger (Zingiber offi- cinale Rosc.) and its bioactive components are potential re- sources for health beneficial agents. Phytotherapy Research, vol. 35, no. 2, pp. 711–742, 2021.

Sharma. (2021). Health Effects, Sources, Utilization and Safety of Tannins: A Critical Review. Taylor & Francis Online, 40(4), pp. 432-444.

Darini Kurniawati. (2021). Studi Farmakovigilans Obat Herbal Di Kota Banjarmasin Dengan Metode Naranjo. Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. Vol 2 (1). Hal 23-35.

Nugroho, WA, Nuraini, A., Saputra, D. (2020). Perilaku masyarakat dalam penggunaan obat tradisional di wilayah pesisir. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan , 8(1), 34–41.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Tuloli, T. S., Thomas, nurain, Papeo, D. R. P., Uno, W. Z., & Datunsolang, P. F. (2026). Studi Farmakovigilance Obat Herbal Di Kelurahan Tangikiki Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo. Journal of Community and Clinical Pharmacy, 3(2), 1–7. https://doi.org/10.70075/jccp.v3i2.239

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>