Studi Farmacovigilance Obat Herbal di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo

Authors

  • Teti Sutriyati Tuloli Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo
  • Madania Madania Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo
  • Nurain Thomas Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negegri Gorontalo
  • Faradila Ratu Cindana Moo Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Keseharan Universitas Negeri Gorontalo
  • Najmiyah S. Tuti Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo
  • mohamad reski manno Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jendral Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70075/jccp.v3i2.242

Keywords:

ADRs, Farmakovigilans, Obat Herbal

Abstract

Farmakovigilans obat herbal dengan metode Naranjo merupakan kegiatan pengumpulan, pendeteksian, penilaian, pemahaman dan pencegahan dalam efek samping atau masalah terkait dengan penggunaan obat herbal di menggunakan algoritma Naranjo. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan secara prospektif menggunakan instrument berupa lembar kuesioner pada 97 responden di Kelurahan Pilolodaa. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS (Statistical Package For Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik pengguna obat herbal berdasarkan jenis kelamin dengan profil penggunaan obat herbal meliputi sumber informasi dan aturan penggunaan obat herbal. Terdapat juga hubungan antara usia dengan profil penggunaan obat herbal meliputi lama penggunaan, jenis penyakit, efek samping, sumber informasi, tempat memperoleh dan bentuk sediaan. Selain itu terdapat juga hubungan antara Pendidikan dengan jenis penyakit yang menggunakan obat herbal untuk terapinya dan terdapat pula hubungan antara pekerjaan dengan lama penggunaan obat herbal dan aturan penggunaan obat herbal sedangkan antara karakteristik pengguna obat herbal dan profil penggunaan obat herbal dengan kejadian Adverse Drug Reactions (ADRs) di Kelurahan Pilolodaa tidak terdapat hubungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Oktarlina, R. Z., Tarigan, A., Carolia, N., & Utami, E. R. (2018). Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Penggunaan Obat Tradisional di Desa Nunggalrejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. JK Unila, 2(1), 42–46.

Summayah S. dan Salsabila N., (2017). Obat Tradisional : Antara Khasiat dan Efek Sampingnya. Majalah Farmasetika, Vol.2 No.5

Kurniawati, D., & Yuwindry, I. 2021. Studi Farmakovigilans Obat Herbal di Kota Banjarmasin dengan Metode Naranjo. Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 2(1). 23-35.

BPOM RI. 2020. Modul Farmakovigilans Dasar. Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta

Sufren, dan Natanael, Y. 2014. Belajar Otodidak SPSS Pasti Bisa. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Hulu, V. T., & Sinaga, T. R. 2019. Analisis Data Statistik Parametrik Aplikasi SPSS dan Statcal (Sebuah Pengantar untuk Kesehatan). Medan: Yayasan Kita Menulis.

Bramantoro A, Hassine AB, Matsubara S, and Ishida T (2020). Multilevel analysis for agent-based service composition. Journal of Web Engineering, 14(1 and 2): 63-79

Weni, A.E. 2019. Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Selincah. Politeknik Kesehatan Palembang

Fauziah, S., Asnindari, L. N. 2021. Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Gout Arthritis. Jurnal Ilmiah Keperawatan 8(2).

Wardhina, F., Fakhriyah, Rusdiana. 2019. Perilaku Penggunaan Obat Tradisional Pada Ibu Nifas Di Desa Sungai Kitano Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Kebidanan Martapura

Faridah, I. N. 2016. Kajian Persepsi Dan Pengetahuan Kombinasi Obat Sintetik Dan Obat Tradisional Pada Pasien DM Tipe 2 Di 3 Puskesmas Kota Yogyakarta. Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan.

Rahmi, I. K. 2021. Penggunaan Obat Tradisional Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat Di Desa Temboklor. Politeknik Harapan Bersama

Ratna, S. D., 2019. Penggunaan Obat Tradisional Oleh Masyarakat Di Kelurahan Tuah Karya Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia 8(1).

Wirastuti, A., Dahlia, A.A., Najib, A. 2016. Pemeriksaan Kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) Pada Beberapa Sediaan Jamu Rematik. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 3(1).130-134

Basenda, M. I., Cahaya, N., Srikartika, V. M. 2018. Tinjauan Etnofarmakologi Tumbuhan Obat Pada Etnis Banjar Di Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Universitas Lambung Mangkurat

Tiara T. A. 2019. Persepsi Masyarakat Mengenai Obat Tradisional Di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia 8(2)

Gitawati, R., Handayani, R. S. 2018. Profil Konsumen Obat Tradisional Terhadap Ketanggapan Akan Adanya Efek Samping Obat Tradisional. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Biomedis Dan Farmasi. Jakarta

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Tuloli, T. S., Madania, M., Thomas, N., Moo, F. R. C., Tuti, N. S., & manno, mohamad reski. (2026). Studi Farmacovigilance Obat Herbal di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo. Journal of Community and Clinical Pharmacy, 3(2), 17–24. https://doi.org/10.70075/jccp.v3i2.242

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>