Gambaran Efek Samping Penggunaan Kombinasi Insulin Long Acting Dan Insulin Rapid Acting Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Dr. M.M. Dunda

Authors

  • Teti Sutriyati Tuloli Jurusan Farmasi, Universitas Negari Gorontalo, Alamat Jl. Jendral Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • Nur Rasdianah Jurusan Farmasi, Universitas Negari Gorontalo, Alamat Jl. Jendral Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • Endah Nurrohwinta Djuwarno Jurusan Farmasi, Universitas Negari Gorontalo, Alamat Jl. Jendral Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • mohamad reski manno Jurusan Farmasi, Universitas Negari Gorontalo, Alamat Jl. Jendral Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia
  • Hidayat Ahmad Rumah Sakit Dr. M.M Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo, 96181
  • fatra djafar Mahasiswa

DOI:

https://doi.org/10.70075/jccp.v3i3.274

Keywords:

Diabetes melitus Tipe 2, Kombinasi Insulin, Hipoglikemia

Abstract

Diabetes melitus (DM) atau yang sering disebut penyakit gula, adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama. Diabetes melitus terus menjadi masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gorontalo menempati urutan ke-8 pada tahun 2018 dari seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian pada tahun 2019, menunjukkan adanya 16.554 jiwa didiagnosa mengidap diabetes melitus. Banyaknya kasus diabetes melitus di Gorontalo serta meningkatnya penggunaan obat anti diabetes yang dapat berpengaruh pada peningkatan terjadinya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efek samping dari penggunaan kombinasi insulin long acting dan insulin rapid acting pada pasien diabetes melitus tipe 2 Di RSUD Dr. M.M Dunda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif dengan melakukan pengambilan data secara retrospektif pada pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat inap di RSUD Dr. M.M Dunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien berjenis kelamin perempuan lebih banyak (69%) menderita DM tipe 2 dibandingkan pasien laki-laki (31%). Usia terbanyak yang menderita DM tipe 2, yaitu pada rentang 46-55 tahun (43%). Pasien DM tipe 2 dengan penyakit penyerta sejumlah (65%). Pasien DM tipe 2 lebih banyak menerima terapi kombinasi insulin novorapid dan insulin levemir (59%) dibandingkan insulin novorapid dengan glargine (41%). Kejadian hipoglikemia pada pemberian kombinasi insulin pada pasien DM tipe 2 sebanyak 2 pasien (4%) dan yang tidak mengalami efek samping hipoglikemia yaitu sebanyak 49 pasien (96%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

F. Fasya Gusasi, V. Novarina Kasim, N. Auliyah Roidah Abd Kadir, M. Oktasyah Puteri Suleman, and G. Desche Veronica, “Hubungan Efektivitas Pengaturan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Relationship Effectiveness of Dietary Regulation with Fasting Blood Glucose Levels of Patients With Type 2 Diabetes Mellitus,” vol. 5, no. 1, pp. 57–63, 2022.

Fef Rukminingsih and V. C. Nova, “Penggunaan Insulin Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Peserta Jkn Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang,” Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan, vol. 6, no. 1, pp. 79–86, 2021, doi: 10.36387/jiis.v6i1.611.

N. Nyoman, W. Udayani, N. Luh, A. Mega, E. Cahyaningsih, and I. G. A. A. K. Wardani, “Evaluasi Efek Samping Penggunaan Kombinasi Insulin pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Salah Satu Rumah Sakit Kota Denpasar Side Effect Evaluation of Combination Use of Insulin in Outpatients with Type 2 Diabetes Mellitus in One of Hospital,” Jurnal Ilmiah Medicamento, vol. 7, no. 2, pp. 112–117, 2021.

C. Pelle, L. Pondaag, and Y. B. Bataha, “Hubungan Pengetahuan Penggunaan Insulin dengan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus,” e-journal Keperawatan (e-Kp), vol. 4, no. 2, pp. 1–7, 2016, [Online]. Available: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/14069

A. N. Sinayu, R. Hasina, and H. S. Harahap, “Pola penggunaan obat anti diabetes mellitus tipe-II pada pasien rawat inap di RSUD Praya tahun 2021,” Sasambo Journal of Pharmacy, vol. 5, no. 1, pp. 32–37, 2024, doi: 10.29303/sjp.v5i1.254.

R. Arania, T. T. Esfandiari, and F. R. Nugraha, “Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah” Journal of Economics/ Zeitschrift fur Nationalokonomie, vol. 139, no. 3, pp. 235–260, 2021, doi: 10.1007/s00712-023-00827-w.

E.- Masruroh, “Hubungan Umur Dan Status Gizi Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii,” Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 6, no. 2, p. 153, 2018, doi: 10.32831/jik.v6i2.172.

Susilawati and R. Rahmawati, “Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tahun 2019,” ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), vol. 6, no. 1, pp. 15–22, 2021, doi: 10.22236/arkesmas.v6i1.5829.

E. Erdaliza, M. Mitra, N. Rany, Y. Harnani, and A. Rienarti Abidin, “Faktor risiko yang berhubungan dengan komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2,” Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), vol. 10, no. 3, pp. 534–545, 2024, doi: 10.25311/keskom.vol10.iss3.2039.

M. Gedamu, C. Mulusew, and M. F. Sanbeta, “Diabetic Complications and Associated Factors among Diabetic Patients in Tikur Anbessa Specialized Hospital, Addis Ababa, Ethiopia,” Int J Diabetes Clin Res, vol. 9, no. 4, pp. 1–7, 2022, doi: 10.23937/2377-3634/1410160.

Suharni, Diba Triulandari Kusnadi, and A. Zulkarnaini, “Karakteristik faktor- faktor risiko terjadinya neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2019-2020,” Scientific Journal, vol. 1, no. 2, pp. 94–100, 2022, doi: 10.56260/sciena.v1i2.38.

D. A. H. Althaf, J. Windi, and L. Kwee, “Gambaran Tingkat Keparahan Gejala Gastropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rs Immanuel Bandung Overview of the Severity of Diabetic Gastropathy Symptoms in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Immanuel Hospital Bandung,” vol. 1, no. 1, pp. 14–19, 2025.

A. Rakhmawati, “Korelasi Kadar Glukosa Darah Dengan Kolesterol Total Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Purwokerto Selatan,” Jurnal Kesehatan Dan Science, vol. 20, no. 2, pp. 32–41, 2024, [Online]. Available: http://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/view/149

A. Jais, Hepiyansori, Yurman, and M. A. Adha, “Pengaruh Asam Urat Dalam Darah Penderita Diabetes Melitus Pada Peningkatan Kadar Gula Darah,” Jurnal Riset Media Keperawatan, vol. 4, no. 1, pp. 1–7, 2021.

M. Mursyid and C. Astari, “Pola Pengobatan Insulin dan Ace - Inhibitor pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi Terhadap Kontrol Glikemik dan Tekanan Darah,” Sasambo Journal of Pharmacy, vol. 1, no. 2, pp. 34–40, 2020, doi: 10.29303/sjp.v1i2.32.

I. B. A. Nugraha, M. H. Intizam, and N. N. I. S. Wedari, “Perempuan 42 tahun dengan Gastropati Diabetikum dan Penyakit Ginjal Kronik,” Jurnal Kedokteran Meditek, vol. 30, no. 3, pp. 189–198, 2024, doi: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3072.

M. P. Angin, F. H. Syahrul, and A. Primadiamanti, “Evaluasi Pengaruh Pemberian Insulin Sliding Scale Terhadap Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam Di Rs Imanuel Bandar Lampung,” Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, vol. 10, no. 11, pp. 3156–3167, 2023, doi: 10.33024/jikk.v10i11.12347.

Downloads

Published

2026-10-21

How to Cite

Tuloli, T. S., Rasdianah, N., Djuwarno, E. N., manno, mohamad reski, Ahmad, H., & djafar, fatra. (2026). Gambaran Efek Samping Penggunaan Kombinasi Insulin Long Acting Dan Insulin Rapid Acting Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Dr. M.M. Dunda. Journal of Community and Clinical Pharmacy, 3(3), 1–8. https://doi.org/10.70075/jccp.v3i3.274

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.