Perencanaan Dan Pengadaan Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara

Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara

Authors

  • Widy Susanti Abdulkadir Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia
  • Endah Nurrohwinta Djuwarno Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia
  • Teti Sutriyati Tuloli Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia
  • Lisa Efriani Puluhulawa Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl.Jendral Sudirman No.06 Kota Gorontalo 96128, Indonesia
  • Salvarinho Binsasi Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.70075/jccp.v3i2.247

Keywords:

Perencanaan, Pengadaan, Puskesmas

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas. Ketersediaan obat yang tepat jenis, jumlah, dan waktu sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara perencanaan dan pengadaan obat yang dapat menimbulkan kekosongan maupun kelebihan stok obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kota Utara. Penelitian menggunakan metode. observasional deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dilakukan selama dua bulan (Juni–Juli 2025) di Puskesmas Kota Utara. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan apoteker dan tenaga teknis kefarmasian (TTK) sebagai informan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen perencanaan dan pengadaan obat. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan mekanisme perencanaan dan pengadaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan obat di Puskesmas Kota Utara dilaksanakan oleh apoteker dan dibantu TTK menggunakan. Alur perencanaan dilakukan dengan melihat stok opname, menghitung buffer stock, dan menyusun LPLPO dengan dukungan sarana seperti kartu stok, komputer, dan printer. Pengadaan obat dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu dari instalasi farmasi dan pengadaan mandiri dengan sumber pendanaan berasal dari APBD dan JKN. Kesimpulan penelitian ini adalah perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kota Utara telah sesuai dengan pedoman standar pelayanan kefarmasian, namun masih terdapat kendala berupa kekosongan obat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala serta optimalisasi koordinasi dengan instalasi farmasi dan pemanfaatan dana JKN agar ketersediaan obat lebih terjamin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

REFERENSI

Permenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun (2009) Tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI

Alisah, t. (2022). Evaluasi perencanaan dan pengadaan obat di puskesmas kagok semarang.

Farma, Rusli, dan Dwi Fitrah Wahyuni. (2020). Evaluasi Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Lau Kabupaten Maros. Jurnal Farmasi, 8(2), 9–14.

Aripa, L., Sudarman, S., dan Alimin, B. (2019). Pelaksanaan Pengelolaan Obat di Puskesmas Brombong Kota Makassar. JURNAL Promotif Preventif, 1(2), 18–29.

Susyanty, A. L., Yuniar, Y., J. Herman, M., dan Prihartini, N. (2022). Kesesuaian Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. 30(1), 65–74. https://doi.org/10.22435/mpk.v30i1.2062

Kawulusan, K. S. A. C., Citraningtyas, G., dan Jayanto, I. (2024). Evaluasi Tingkat Ketersediaan Obat di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado. Jurnal Lentera Farma, 3(1), 25–30. https://doi.org/10.57207/trny4174

Seran, E. K., Marhenta, Y. B., dan Cabadi, J. M. (2020). Perencanaan Obat Di Puskesmas Campurejo Dan Puskesmas Medicine Planning At Campurejo and Southern Cities Health Center on 2015 and 2016 in Kediri. Jurnal Wiyata, 7(2), 94–104. https : // ojs.iik.ac.id / index.php /wiyata /article /view /249.

Eviyan, P., & Indrawati, F. (2023). Sistem perencanaan manajemen logistik obat di Puskesmas. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 3(2), 215–222. https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i2.59240

Pratasik, A. L. Y., Fatimawali, F., dan Sumampouw, O. J. (2023). Analisis Perencanaan, Pengadaan, Dan Pengendalian Obat Di Instalasi Farmasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Sakit Manembo Nembo Tipe C Bitung. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 5249–5266. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.21500.

Gurning, F. P., Siregar, S. F., Siregar, U. R., Rusmayanti, R., dan Nurhasanah, F. (2021). Analisis Manajemen Pengelolaan Obat Pada Masa Pandemi Di Puskesmas Sering Kecamatan Medan Tembung. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9 (5), 688–695. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i5. 30742

Ilma Nuria Sulrieni, S. R. (2019). Analysis Ofdrug Logistic managemen tinlubuk buaya Puskesmas Padang. 1.

Khaerudin. (2021). Studi Manajemen Persediaan Obat Di UPT Puskesmas Pamarayan Kabupaten Serang. In Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Amiruddin, E. E., dan Septarani A, W. I. (2020). Studi tentang Ketersediaan Obat di Puskesmas Meo-Meo Kota Baubau. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 1(2), 60–76.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Abdulkadir , W. S., Djuwarno, E. N., Tuloli, T. S., Puluhulawa, L. E., & Binsasi, S. (2026). Perencanaan Dan Pengadaan Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara: Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Kota Utara. Journal of Community and Clinical Pharmacy, 3(2), 32–37. https://doi.org/10.70075/jccp.v3i2.247

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.